You are currently not logged into ManagerLeague
If you wish to log in, click here.
If you wish to sign up and join us, click here.
One Stop Football
Maradona Selangkah Lagi Latih Argentina (29/10/2008 06:26)
[Rabu, 29 Oktober 2008 08:58, BIANGBOLA]

Diego Maradona akhirnya memenangi persaingan untuk melatih Argentina setelah sekretaris AFA Luis Segura menyatakan kalau sang legenda akan resmi menukangi Tim Tango pada Selasa (4/11) depan.

Maradona sebelumnya mengungkapkan kalau dirinya selangkah lagi akan menerima pekerjaan tersebut dan telah bertemu dengan presiden AFA Julio Grondona pada kemarin malam.

Argentina belum memiliki pelatih sejak Alfio Basile mengundurkan diri karena alasan pribadi pada 16 Oktober lalu. Meskipun Maradona hampir dipastikan menggantikan Basile, namun ia hanya memiliki sedikit pengalaman melatih, sempat menangani Deportivo Mandiyu selama dua bulan di tahun 1994 dan Racing Club selama empat tahun di tahun 1995.

"Penunjukkan akan dilakukan secara resmi ketika Komisi AFA menyetujuinya. Dan pertemuan berikutnya dijadwalkan pada Selasa depan," tukas Segura.

"Saya yakin tidak akan ada lagi pertemuan dengan kandidat lainnya," imbuhnya.

Segura sebelumnya mengkonfirmasikan kalau Sergio Batista akan menangani tim pada 19 November mendatang untuk laga persahabatan melawan Norwegia di Oslo.

"Tugas pertama saya adalah mengamati para pemain. Saya akan berusaha berbicara dengan mereka satu persatu dan kemudian bekerja di kamp latihan bersama mereka," ujar Maradona.

"Saya tiba dari Georgia pada 10 pagi dan tiga jam kemudian saya tengah bersiap untuk menemui Julio. Ketika saya tengah menuju pertemuan, saya pikir terdapat beberapa kamera tersembunyi.

"Arah Julio didalam menginginkan timnas adalah sama seperti yang saya dan Bilardo miliki. pekerjaan saya adalah menyaksikan para pemain dan memiliki mereka-mereka yang berada dalam penampilan terbaik," tambahnya.

Maradona menghadapi tugas berat didalam membantu Argentina memperbaiki penampilan mereka setelah hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga kualifikasi Piala Dunia.

"Tawaran dari Julio Grondona sangat menarik perhatian saya. Sesaat setelah dikonfirmasikan, saya akan mulai bekerja, namun dapat saya katakan kalau saya sangat bangga.

"Hari ini takdir saya adalah timnas, tugas saya adalah berbicara dengan para pemain dan membangun sebuah tim yang solid. Saya yakin kami akan lolos," pungkas Maradona.

[Rif/AP]

Read the full entry
Kerusuhan Potret Buram Persepakbolaan Indonesia (11/10/2008 02:46)

seperti yang kita ketahui, sepak bola kita selalui dibumbui dengan kerusuhan sepak bola, dan kelihatannya ada trend "tim tuan rumah harus menang"...kalo ga menang, tau sendiri...bakal ada kerusuhan meletus di daerah sekitar stadion. Sepakbola Indonesia seperti tidak pernah lepas dari cerita dan citra buruk kerusuhan yang dilakukan para suporter (hooligans). Bahkan kerusuhan yang terjadi antara suporter Persija dan Persipura telah merenggut 1 korban jiwa dipihak pendukung persija. Ini setelah beberapa kerusuhan sebelumnya yang terjadi di Kediri dan dan kota-kota lainnya. Di negara-negara lain dimana sepakbola menjadi olahraga yang paling menjadi favorit rakyatnya, mungkin mereka juga punya masalah yang sama; KERUSUHAN ANTAR SUPORTER! Tapi Indonesia beda. Kenapa?

1. Hampir setiap musim kompetisi kerusuhan selalu saja terjadi, dimana tidak adanya evaluasi setiap kondisi itu agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Pendekatannya adalah selalu dari sisis keamanan saja.
2. Klub sepkbola yang ikut dalam kompetisi membawa "nama" daerah (Persib, Persija, Persipura, Persebaya, dll) yang secara tidak langsung telah melibatkan sentimen kedaerahan yang begitu kental bagi pendukungnya. Kekalahan berarti martabat daerahnya terusik.
3. Pelaku kerusuhan tidak pernah diusut dan dihukum (yang saya tahu). Bahkan yang sampai menghilangkan nyawa orang lain, tetap tak tersentuh hukum. Kriminalitas dalam sepakbola kita seperti terjadi didalam hutan belantara saja karena memang tidak ada sangsi hukum bagi para pelakunya. Diluar negeri, khususnya di Eropa, pelaku kerusuhan sepakbola benar-benar diusut tuntas. Pelakunya diseret ke meja hijau dan dijebloskan ke penjara.
4. Tidak sedikit dari mereka yang memang benar-benar datang ke stadiun bukan untuk menikmati sebuah tontonan atau hiburan tapi sengaja ingin berbuat rusuh.

Ini tidak semata-mata hanya tentang sepakbola Indonesia. Jangan mengharapkan sebuah prestasi yang membanggakan dari kesebelasan-2 Indonesia termasuk Timnas-nya, jika kompetisi dalam negeri kita masih berdarah-darah seperti ini. Dan mungkin akan terus begini jika kondisinya tidak berubah. Saya tidak sedang mendiskreditkan suporter sepakbola tertentu. Sungguh. Saya hanya ingin sepakbola Indonesia maju. Dimana saya (mungkin orang lain juga) bisa berani lagi untuk datang ke stadion menikmati sebuah aksi menghibur dari para pemain sepakbola tanpa rasa was-was

Read the full entry
Cagliari Sukses Tahan Milan (06/10/2008 05:11)
AC Milan harus berjuang keras menjaga gawangnya dari serangan tim juru kunci Cagliari pada pekan keenam Liga Serie-A. Bermain di kandang Cagliari, kedua tim akhirnya bermain imbang tanpa gol, hasil yang memuaskan bagi tim tuan rumah.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion San Elia, Minggu (5/10) waktu setempat, I Rossoneri langsung menurunkan trio Brasil Kaka-Pato-Ronaldinho sebagai starter. Namun, ketiganya gagal memberikan permainan terbaik sepanjang 90 menit. 

Kaka memang sempat memberikan terapi kejut bagi tuan rumah di menit-menit awal. Namun, selebihnya Il Diavolo dibuat deg-degan karena krisis pemain belakang membuat pertahanan mereka mudah digerayangi lawan. 

Cagliari yang selalu kalah dan tak mencetak satu pun gol di lima laga sebelumnya mampu menekan Paolo Maldini dkk. Baru lima menit Andrea Cossu sudah memaksa kiper Christian Abbiati terbang ke kiri untuk menepis bola. Sepuluh menit kemudian, giliran Robert Acquafresca dan Joaquin Larrivey menguji ketahanan kiper utama Milan tersebut. 

Di menit ke-25, Larrivey kembali membuat khawatir pertahanan Milan ketika tandukannya mengarah tepat ke tengah gawang. Sayangnya, ia mengalami cedera di menit ke-34 dan harus digantikan dengan Neves Capucho Jeda. 

Usai jeda, Massimo Ambrosini membuat kesempatan emas lewat tendangan keras dari jarak 30 meter. Bola lurus ke depan tapi kiper Federico Marchetti mampu menepisnya ke belakang. Sepak pojok itu memberi kesempatan bagi Marek Jankulovski untuk melakukan tembakan, tapi sang kiper berhasil menjinakkannya. 

Sampai di situ serangan Milan terhenti. Sebaliknya, gelombang serangan dari Isolani terus mengalir ke kotak penalti lawan. Pada menit ke-60, Michele Fini kembali melepas tembakan keras dari luar kotak tapi kali ini bidikannya melambung tipis di atas gawang. 

Lima menit kemudian, Alessandro Agostini lepas dari jebakan offside dan merangsek ke sayap kiri. Tinggal berhadapan dengan kiper, Agostini melepas tembakan dari sudut sempit, tapi bola menggetarkan gawang dari samping. 

Pato yang bermain kurang greget nyaris membobol gawang tuan rumah, tapi tandukannya malah melebar. Striker muda tersebut kembali mengancam lewat sayap kiri. Dari sudut sempit, Pato masih mampu melepas tembakan ke gawang, tapi Marchetti masih terlalu tangguh di gawangnya. 

Melihat penampilan kurang apik dari Pato dan Ronaldinho, Carletto menarik keduanya dan memasukkan Andriy Shevchenko serta Filippo Inzaghi. Namun, pergantian itu tetap tak mengubah keadaan dan pertandingan akhirnya berhasil nihil. 

Susunan pemain: 
Cagliari: Marchetti; Pisano, Lopez, Bianco, Agostini; Fini, Conti, Biondini (Lazzari 89); Cossu; Acquafresca (Matri 76), Larrivey (Jeda 34) 
Milan: Abbiati; Zambrotta, Bonera, Maldini, Jankulovski; Ambrosini, Gattuso (Flamini 80), Seedorf; Kaka, Ronaldinho (Shevchenko 73); Pato (Inzaghi 73)

Read the full entry